materi interview kerja blog fortinity

Jawaban Tepat Pertanyaan Interview “Ceritakan Tentang Diri Anda?”

Banyak orang masih belum mengetahui jawaban yang tepat akan pertanyaan, “Ceritakan Tentang Diri Anda?”. Ketika Anda sudah melakukan submit cv atau melamar pekerjaan dan tinggal menunggu untuk melakukan wawancara kerja, banyak yang masih bingung apa saja pertanyaan yang akan ditanyakan dan bagaimana untuk menjawabnya dengan baik dan tepat. Kali ini Penulis akan membagikan beberapa tips untuk membantu Anda menjawab pertanyaan interview mengenai “Ceritakan Tentang Diri Anda?”.

Ketika seorang HRD menanyakan pertanyaan tersebut, mereka sebenarnya tidak benar-benar menanyakan tentang seluruh cerita yang pernah Anda lalui. Mereka tidak menanyakan mengenai keluarga Anda, latar belakang Anda, atau yang lainnya. Jadi, apa yang sebenarnya mereka tanyakan adalah mengenai apa yang Anda bawa saat itu atau yang sebenarnya adalah CV Anda. Jadi, kunci yang pertama adalah apa nilai yang bisa Anda berikan ke perusahaan tersebut, apa yang perusahaan dapatkan ketika merekrut Anda, jadi bukan jawaban yang sebenarnya bukan keseluruhan cerita mengenai kehidupan Anda.

Kunci yang kedua adalah “Not Be Your Self, But Be Your Best Self”. Ya benar, untuk jadi diri sendiri, tetapi jadilah yang terbaik untuk diri sendiri. Jadi, ketika mereka menanyakan sesuatu, apapun yang Anda bagikan, apapun statement yang Anda buat, buatlah jawaban yang berfokus bukan ke diri Anda, tetapi ke apa yang perusahaan dapatkan pada diri Anda. Keuntungan apa yang perusahaan dapatkan apabila merekrut Anda.

Kunci terakhir adalah 3 kata penting, yang pertama Success, buat kalimat diawali dengan kata “Saya telah ….”, atau “Latar belakang saya adalah …”, sebagai contoh, “Saya telah menggunakan social media selama 3 tahun terakhir, dan saya memiliki keahlian dalam membantu perusahaan, dan membuat halaman facebook mereka menjadi lebih dikenal oleh banyak orang, dan di 3 tahun terakhir pun saya telah membantu selusin klien pada lebih dari 10 perusahaan berbeda.” Jadi, intinya adalah Anda membicarakan tentang kesuksesan Anda, tetapi tanpa menyombongkan, seperti Anda lebih kepada menunjukkan keahlian apa yang Anda punya.

Kata yang kedua adalah Strength, buat kalimat diawali dengan “Kekuatan saya adalah …”, sebagai contoh “Kekuatan yang saya miliki adalah kemampuan dalam memahami apa yang klien inginkan, saya bangga akan reputasi saya dalam membuat suatu konten yang menarik, dan dapat mengetahui konten apa yang khalayak umum sukai untuk membantu mengembangkan social media yang klien punya.” Kata yang ketiga adalah Situation, buat kalimat diawali dengan kata “Apa yang saya cari adalah …”, sebagai contoh “Apa yang saya cari adalah peruhaan dimana saya dapat menambahkan nilai positif yang saya punya ke dalam perusahaan Anda, dimana saya bisa bergabung ke dalam suatu tim yang kuat. Bukankah ini yang perusahaan Anda cari sekarang?” Anda lihat? Pada akhir kalimat kita menanyakan suatu pertanyaan, jadi siapapun yang menanyakan suatu pertanyaan, maka Anda akan dapat menguasai atau mengontrol percakapan yang sedang berlangsung. Jadi, bukan karena Anda berada pada posisi melamar pekerjaan, Anda tidak dapat bertanya ataupun mengontrol percakapan yang sedang berlangsung.

Setelah semua tips yang sudah diberikan di atas, yang terpenting adalah Anda menulis semua jawaban tersebut ke dalam secarik kertas, kemudian mempraktekkannya secara berulang kali, jadi ketika Anda sudah berada di depan HRD, Anda sudah siap dan Anda akan bersikap secara natural seperti Anda hanya berbincang kepada teman Anda sendiri, tidak ada gugup pada diri Anda. Penulis ucapkan terima kasih karena bersedia untuk mampir dan meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, kalau ada kritik dan saran mengenai artikel ini ataupun blog ini silahkan memberi komentar di bawah. Jangan lupa juga untuk membaca artikel lainnya seperti, Jawaban Tepat Pertanyaan Interview “Apa Kelemahan yang Anda Miliki?”.

materi interview kerja blog fortinity

Jawaban Tepat Pertanyaan Interview “Apa Kelemahan yang Anda Miliki?”

Pada kesempatan ini, penulis akan membantu memberi jawaban akan pertanyaan sesuai judul artikel. Jadi, ketika HRD menanyakan pertanyaan tersebut, “Apa Kelemahan yang Anda Miliki?”

Pertama, jangan pernah mengatakan kalau Anda tidak memiliki kelemahan pada diri Anda, itu merupakan kebohongan. Atau, jangan pernah mengatakan kalau Anda tidak pernah memikirkan kelemahan yang Anda miliki, karena tidak pernah diberi pertanyaan seperti itu sebelumnya. Kedua jawaban tersebut, sangat jelek untuk diucapkan ketika diberi pertanyaan “Apa Kelemahan yang Anda Miliki?”

Kedua, jangan pernah juga mengatakan jawaban kalau Anda pekerja keras atau seorang yang perfeksionis. Karena, yang ditanyakan adalah kelemahan Anda, bukan kekuatan yang Anda miliki atau nilai positif yang Anda miliki.

Jadi, jawaban yang tepat adalah jangan mengatakan tentang suatu hal pada kepribadian yang Anda miliki, tetapi suatu keahlian yang Anda miliki. Suatu keahlian dapat ditingkatkan, oleh karena itu jawaban untuk membicarakan kelemahan tentang keahlian yang Anda miliki sudah benar. Sebagai contoh jawaban dengan kalimat, “Saya seorang yang introvert dan terkadang saya malu untuk membicarakan ide yang saya punya kepada khalayak umum.” Jawaban tersebut menunjukkan kelemahan Anda, bahwa Anda seorang yang introvert, maka dalam pikiran HRD sendiri akan memakluminya, dan akan membimbing dia untuk bicara lebih banyak.

Dan lagi, jangan lupa untuk membagikan rencana Anda untuk memperbaiki kelemahan yang Anda punya. Bagaimana Anda akan menangani kelemahan Anda sendiri, itu yang penting. Ada 4 cara yang bisa digunakan untuk menutupi kekurangan dan bisa Anda jadikan sebagai jawaban mengenai bagaimana Anda akan menangani kelemahan yang Anda punya:

  1. Membaca banyak buku.
  2. Memiliki keinginan belajar.
  3. Sadar diri.
  4. Memiliki keinginan untuk memiliki mentor.

Itu semua merupakan jawaban yang tepat dengan pertanyaan interview “Apa Kelemahan yang Anda Miliki?”, semoga bisa membantu pembaca sekalian. Penulis ucapkan terima kasih karena bersedia untuk mampir dan meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, kalau ada kritik dan saran mengenai artikel ini ataupun blog ini silahkan memberi komentar di bawah. Jangan lupa juga untuk membaca blog kami lainnya seperti, “Jawaban Tepat Ceritakan Tentang Diri Anda!“.

materi android fortinity

Pendahuluan Materi Menjadi Android Developer

Materi Android #1

Kali ini penulis akan mulai membahas materi mengenai android, dimana nanti akan terdapat beberapa bagian materi yang akan ditulis pada postingan selanjutnya dalam blog di Fortinity ini. Jadi tetap pantau terus karena nantinya admin akan membagikan ilmu yang pernah admin pelajari sampai saat ini dan seterusnya buat Anda. Materi pertama yang akan di bahas adalah pengenalan mengenai android itu sendiri. Apa itu android? Mengapa android?

Apa itu Android?

Android adalah sistem operasi yang dikeluarkan oleh Google. Android dibuat khusus untuk smartphone dan tablet. Berbagai macam produsen telah menggunakan Android sebagai sistem operasi untuk peranti (device) yang mereka produksi. Android juga mempunyai store dengan lebih dari 2 miliar pengguna aktif, per Januari 2018.

Mengapa Android?

Kenapa menggunakan Android?

Android memanjakan penggunanya dengan fitur yang sangat canggih dan tampilan yang bagus. Sistem Android dapat digunakan sebagai alat multimedia seperti pemutar musik dan video. Ia juga memiliki perangkat keras seperti accelerometer, gyroscope, dan sensor lainnya.

Disamping itu ada beberapa hal yang membuat Android sebagai sistem operasi yang memang layak digunakan oleh pengguna atau dikembangkan para developer, seperti yang akan diuraikan berikut ini.

Sistem Operasi Smartphone Terpopuler

Sejak dirilis tahun 2008, Google telah mengeluarkan beberapa versi, dengan “Android 10” sebagai versi yang terbaru.

Pada tahun 2013, Android menjadi operating system (OS) terlaris pada tablet dan smartphone. Tercatat pada tahun 2016, store Android memiliki lebih dari 2.8 juta aplikasi.

Android menarik bagi perusahaan teknologi yang membutuhkan barang siap jadi, biaya rendah dan kustomisasi OS untuk perangkat teknologi tinggi mereka. Hal ini menjadi daya tarik bagi banyak perusahaan, sehingga mereka memilih Android.

Source code dari Android bersifat open source. Ini adalah hal menarik bagi komunitas developer, karena lisensi open source sangat mendukung untuk mengembangkan produknya dengan aman.

Store

Aplikasi Android bisa didistribusikan menggunakan web, copy APK, dan store. Store Android, yaitu Google Play, merupakan cara termudah bagi para developer untuk mendistribusikan aplikasinya ke pasar yang memiliki miliaran pengguna.

Google play merupakan store resmi Android yang dikelola oleh Google. Pengguna bisa mencari dan mengunduh aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan Android Software Development Kit. Tidak hanya aplikasi yang ditawarkan di Google Play. Ada beragam konten lainnya yang dapat dinikmati pengguna, misalnya media digital, musik, buku, majalah, film, dan program televisi.

Bagaimana para developer memonetisasi aplikasi yang ada di dalam Google Play? Strategi monetisasi aplikasi yang ditawarkan Google Play ada bermacam-macam. Dimulai dari app berbayar (paid distribution), pembelian dalam aplikasi (in-app purchase), langganan (subscriptions), dan iklan (ads). Tentunya developer harus mengikuti aturan yang ada untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan pengalaman (user experience) yang paling baik.

Development Kit untuk developer

Android Software Development Kit (SDK) merupakan kit yang bisa digunakan oleh para developer untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android. Di dalamnya, terdapat beberapa tools seperti debugger, software libraries, emulator, dokumentasi, sample code, dan tutorial.

Bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android adalah Java. Namun ada beberapa bahasa lainnya yang dapat digunakan, seperti C++, dan Go. Pada IO 2017, Google juga meresmikan penggunaan kotlin sebagai tambahan bahasa resmi.

Berbicara tentang pemrograman tentunya tidak lepas dari Integrated Development Environment (IDE). Pada 2014 Google mengeluarkan IDE yang bernama Android Studio yang berbasiskan Intellij IDEA.

Dengan menggunakan Android Studio, para developer dapat membuat aplikasi dari nol hingga dipublikasikan ke dealam store. Android Studio juga mempunyai beberapa fitur built-in yang sangat membantu para developer untuk memaksimalkan proses pembuatan aplikasi. Fitur-fitur ini misalnya Gradle, Code Completion, dan beragam integrasi dengan layanan Google seperti Firebase.

ART dan DVM

DVM menerapkan pendekatan JIT (Just-In-Time), di mana kompilasi dijalankan setiap kali ada permintaan untuk menjalankan aplikasi. Sedangkan ART (Android Runtime) menerapkan pendekatan berbeda yaitu AOT (Ahead-Of-Time). AOT melakukan kompilasi pada saat proses instalasi aplikasi.

Dari versi Lollipop hingga Oreo, Android sepenuhnya mengadopsi ART. Kenapa demikian? DVM menggunakan JIT yang berarti kompilasi dilakukan setiap kali aplikasi dijalankan. Hal ini sangat mempengaruhi kecepatan respon aplikasi. Setiap kali kita menyentuh ikon aplikasi maka kompilasi akan dilakukan. Tentu proses ini menghabiskan CPU dan berimbas pada relatif lebih borosnya penggunaan baterai.

Beda dengan DVM, ART melakukan proses kompilasi pada saat proses instalasi. Jadi setiap kali aplikasi dijalankan, sudah tidak ada lagi proses kompilasi. Hal ini meningkatkan performa dalam menjalankan aplikasi. Selain itu, karena penggunaan sumber daya CPU bisa dikurangi, pemakaian baterai jadi lebih hemat. Akan tetapi ART membutuhkan space (ukuran berkas) yang lebih besar jika dibandingkan dengan DVM.

Penutup

Demikian tulisan yang admin buat mengenai materi android itu sendiri. Semoga dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian. Terima kasih.

Referensi Materi : Dicoding Indonesia